Langsung ke konten utama
6,4

49 km NNE of Kainantu, Papua New Guinea

Sep. 20, 2026, 9:17 AM UTC · 1 hari, 3 jam lalu
Strong

Gempa bumi magnitudo 6,4 terjadi di dekat 49 km NNE of Kainantu, Papua New Guinea pada September 20, 2026 pukul 9:17 AM UTC. Kejadian ini terjadi pada kedalaman 104,329 km. Ini diklasifikasikan sebagai gempa bumi Strong pada skala magnitudo Richter. Kedalaman hiposentrum dikategorikan sebagai Intermediate (70-300 km). Guncangan dari kejadian ini mungkin dirasakan dalam radius estimasi 167 km dari episentrum.

Kedalaman
104,329 km
Intermediate (70-300 km)
Energi
4.0 atomic bombs
joule yang dilepaskan
Radius Terasa
167,08052131382644 km
Risiko Tsunami
Rendah

Skala Magnitudo

0 2 4 6 8 10 M6,4

Pengukur Kedalaman

Dangkal (0–70 km) Menengah (70–300 km) Dalam (300–700 km) 0 70 300 700 104,329 km

Intensitas

('V', 'Felt by nearly everyone; minor damage.')

Penilaian Dampak

👥

19 orang melaporkan merasakan gempa bumi ini melalui sistem "Apakah Anda Merasakannya?" USGS.

Level peringatan PAGER USGS: Green. Ini memperkirakan dampak keseluruhan berdasarkan paparan populasi dan intensitas guncangan.

Ini adalah peristiwa seismik yang sangat signifikan berdasarkan magnitudo, laporan terasa, dan estimasi dampak.

🔍

Gempa bumi ini telah ditinjau dan dikonfirmasi oleh seismolog USGS.

Gempa Bumi di Sekitar

Mag. Tempat Waktu
5,4 68 km NNE of Kainantu, Papua New Guinea 23 jam, 50 menit lalu
4,3 60 km NNW of Lae, Papua New Guinea 4 minggu, 1 hari lalu

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Yes. A magnitude 6.4 (Strong) earthquake was recorded near 49 km NNE of Kainantu, Papua New Guinea on September 20, 2026 at a depth of 104.3 km (intermediate (70-300 km)).

The earthquake had a magnitude of 6.4, classified as "Strong" on the magnitude scale. It released energy equivalent to approximately 4.0 atomic bombs.

The earthquake occurred at a depth of 104.3 km, which is considered intermediate (70-300 km). Deeper earthquakes are generally felt over wider areas but with less intensity.

The tsunami risk for this earthquake was assessed as low. Tsunami generation typically requires a magnitude 7.0+ shallow earthquake beneath or near the ocean floor.

Papua New Guinea has a seismic risk level of "Very High". This earthquake occurred within Papua New Guinea's territory and is part of the country's ongoing seismic activity record.

Kedalaman gempa bumi (juga disebut kedalaman fokus atau kedalaman hiposentral) adalah jarak vertikal dari permukaan Bumi ke tempat patahan gempa bumi dimulai. Gempa bumi dangkal (0-70 km) cenderung menyebabkan lebih banyak kerusakan permukaan, menengah (70-300 km) dirasakan di area yang lebih luas, dan gempa bumi dalam (300-700 km) jarang menyebabkan kerusakan signifikan di permukaan.

Skala Intensitas Mercalli yang Dimodifikasi (MMI) mengukur efek gempa bumi di lokasi tertentu, mulai dari I (tidak terasa) hingga XII (kehancuran total). Berbeda dengan magnitudo yang mengukur energi yang dilepaskan di sumber, MMI menggambarkan seberapa kuat guncangan dirasakan dan kerusakan apa yang terjadi di tempat tertentu.

Radius terasa adalah jarak maksimum dari episentrum gempa bumi di mana guncangan tanah dapat dirasakan oleh manusia. Hal ini terutama bergantung pada magnitudo, kedalaman, dan geologi lokal. Gempa bumi dangkal M6,0 mungkin dirasakan 300-500 km jauhnya, sementara gempa bumi dalam M6,0 mungkin dirasakan di area yang lebih luas tetapi kurang intens.

Energi gempa bumi sering dinyatakan dalam ekuivalen TNT untuk perbandingan yang intuitif. Gempa bumi M5,0 melepaskan energi setara dengan sekitar 32.000 ton TNT (senjata nuklir kecil), sementara M9,0 melepaskan 32 miliar ton TNT — sekitar 1.000 kali lebih banyak dari senjata nuklir terbesar yang pernah diledakkan.

Pembentukan tsunami memerlukan tiga kondisi: gempa bumi harus besar (biasanya M7,0+), dangkal (kedalaman kurang dari 100 km), dan terjadi di bawah atau dekat dasar laut dengan perpindahan vertikal yang signifikan. Sesar geser jarang menghasilkan tsunami karena bergerak secara horizontal, bukan vertikal.

Episenter

-5,9021, 146,0922