Langsung ke konten utama
4,4

211 km SSW of Saint George, Alaska

Maret 22, 2026, 10:13 PM UTC · 2 bulan, 1 minggu lalu
Light

Gempa bumi magnitudo 4,4 terjadi di dekat 211 km SSW of Saint George, Alaska pada Maret 22, 2026 pukul 10:13 PM UTC. Kejadian ini terjadi pada kedalaman 618,3 km. Ini diklasifikasikan sebagai gempa bumi Light pada skala magnitudo Richter. Kedalaman hiposentrum dikategorikan sebagai Deep (> 300 km). Guncangan dari kejadian ini mungkin dirasakan dalam radius estimasi 9 km dari episentrum.

Kedalaman
618,3 km
Deep (> 300 km)
Energi
60.0 tons of TNT
joule yang dilepaskan
Radius Terasa
9,486832980505143 km
Risiko Tsunami
Tidak ada

Skala Magnitudo

0 2 4 6 8 10 M4,4

Pengukur Kedalaman

Dangkal (0–70 km) Menengah (70–300 km) Dalam (300–700 km) 0 70 300 700 618,3 km

Penilaian Dampak

Gempa bumi ini dianggap sebagai peristiwa seismik yang penting berdasarkan magnitudo dan efek yang diamati.

🔍

Gempa bumi ini terdeteksi secara otomatis dan belum ditinjau oleh seismolog.

Gempa Bumi di Sekitar

Mag. Tempat Waktu
1,54 51 km W of Nikolski, Alaska 1 bulan, 3 minggu lalu
2,7 20 km S of Nikolski, Alaska 1 bulan, 4 minggu lalu
0,93 69 km WSW of Nikolski, Alaska 2 bulan lalu
0,76 68 km WSW of Nikolski, Alaska 2 bulan lalu
3,2 177 km WNW of Nikolski, Alaska 2 bulan lalu

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Yes. A magnitude 4.4 (Light) earthquake was recorded near 211 km SSW of Saint George, Alaska on March 22, 2026 at a depth of 618.3 km (deep (> 300 km)).

The earthquake had a magnitude of 4.4, classified as "Light" on the magnitude scale. It released energy equivalent to approximately 60.0 tons of TNT.

The earthquake occurred at a depth of 618.3 km, which is considered deep (> 300 km). Deeper earthquakes are generally felt over wider areas but with less intensity.

The tsunami risk for this earthquake was assessed as none. Tsunami generation typically requires a magnitude 7.0+ shallow earthquake beneath or near the ocean floor.

Kedalaman gempa bumi (juga disebut kedalaman fokus atau kedalaman hiposentral) adalah jarak vertikal dari permukaan Bumi ke tempat patahan gempa bumi dimulai. Gempa bumi dangkal (0-70 km) cenderung menyebabkan lebih banyak kerusakan permukaan, menengah (70-300 km) dirasakan di area yang lebih luas, dan gempa bumi dalam (300-700 km) jarang menyebabkan kerusakan signifikan di permukaan.

Skala Intensitas Mercalli yang Dimodifikasi (MMI) mengukur efek gempa bumi di lokasi tertentu, mulai dari I (tidak terasa) hingga XII (kehancuran total). Berbeda dengan magnitudo yang mengukur energi yang dilepaskan di sumber, MMI menggambarkan seberapa kuat guncangan dirasakan dan kerusakan apa yang terjadi di tempat tertentu.

Radius terasa adalah jarak maksimum dari episentrum gempa bumi di mana guncangan tanah dapat dirasakan oleh manusia. Hal ini terutama bergantung pada magnitudo, kedalaman, dan geologi lokal. Gempa bumi dangkal M6,0 mungkin dirasakan 300-500 km jauhnya, sementara gempa bumi dalam M6,0 mungkin dirasakan di area yang lebih luas tetapi kurang intens.

Energi gempa bumi sering dinyatakan dalam ekuivalen TNT untuk perbandingan yang intuitif. Gempa bumi M5,0 melepaskan energi setara dengan sekitar 32.000 ton TNT (senjata nuklir kecil), sementara M9,0 melepaskan 32 miliar ton TNT — sekitar 1.000 kali lebih banyak dari senjata nuklir terbesar yang pernah diledakkan.

Pembentukan tsunami memerlukan tiga kondisi: gempa bumi harus besar (biasanya M7,0+), dangkal (kedalaman kurang dari 100 km), dan terjadi di bawah atau dekat dasar laut dengan perpindahan vertikal yang signifikan. Sesar geser jarang menghasilkan tsunami karena bergerak secara horizontal, bukan vertikal.

Episenter

54,751, -170,276