Langsung ke konten utama
4,9

115 km ESE of Bitung, Indonesia

April 4, 2026, 2:53 AM UTC · 2 bulan lalu
Light

Gempa bumi magnitudo 4,9 terjadi di dekat 115 km ESE of Bitung, Indonesia pada April 4, 2026 pukul 2:53 AM UTC. Kejadian ini terjadi pada kedalaman 49,702 km. Ini diklasifikasikan sebagai gempa bumi Light pada skala magnitudo Richter. Kedalaman hiposentrum dikategorikan sebagai Shallow (< 70 km). Guncangan dari kejadian ini mungkin dirasakan dalam radius estimasi 45 km dari episentrum.

Kedalaman
49,702 km
Shallow (< 70 km)
Energi
337.6 tons of TNT
joule yang dilepaskan
Radius Terasa
45,071094872681314 km
Risiko Tsunami
Tidak ada

Skala Magnitudo

0 2 4 6 8 10 M4,9

Pengukur Kedalaman

Dangkal (0–70 km) Menengah (70–300 km) Dalam (300–700 km) 0 70 300 700 49,702 km

Penilaian Dampak

Gempa bumi ini dianggap sebagai peristiwa seismik yang penting berdasarkan magnitudo dan efek yang diamati.

🔍

Gempa bumi ini telah ditinjau dan dikonfirmasi oleh seismolog USGS.

Gempa Bumi di Sekitar

Mag. Tempat Waktu
4,6 152 km ESE of Modisi, Indonesia 1 bulan, 3 minggu lalu
4,4 146 km ESE of Modisi, Indonesia 1 bulan, 3 minggu lalu
4,4 149 km SE of Bitung, Indonesia 1 bulan, 3 minggu lalu
4,7 116 km W of Ternate, Indonesia 1 bulan, 3 minggu lalu
4,9 137 km NW of Ternate, Indonesia 1 bulan, 3 minggu lalu

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Yes. A magnitude 4.9 (Light) earthquake was recorded near 115 km ESE of Bitung, Indonesia on April 04, 2026 at a depth of 49.7 km (shallow (< 70 km)).

The earthquake had a magnitude of 4.9, classified as "Light" on the magnitude scale. It released energy equivalent to approximately 337.6 tons of TNT.

The earthquake occurred at a depth of 49.7 km, which is considered shallow (< 70 km). Shallow earthquakes typically cause stronger shaking near the epicenter.

The tsunami risk for this earthquake was assessed as none. Tsunami generation typically requires a magnitude 7.0+ shallow earthquake beneath or near the ocean floor.

Indonesia has a seismic risk level of "Very High". This earthquake occurred within Indonesia's territory and is part of the country's ongoing seismic activity record.

Kedalaman gempa bumi (juga disebut kedalaman fokus atau kedalaman hiposentral) adalah jarak vertikal dari permukaan Bumi ke tempat patahan gempa bumi dimulai. Gempa bumi dangkal (0-70 km) cenderung menyebabkan lebih banyak kerusakan permukaan, menengah (70-300 km) dirasakan di area yang lebih luas, dan gempa bumi dalam (300-700 km) jarang menyebabkan kerusakan signifikan di permukaan.

Skala Intensitas Mercalli yang Dimodifikasi (MMI) mengukur efek gempa bumi di lokasi tertentu, mulai dari I (tidak terasa) hingga XII (kehancuran total). Berbeda dengan magnitudo yang mengukur energi yang dilepaskan di sumber, MMI menggambarkan seberapa kuat guncangan dirasakan dan kerusakan apa yang terjadi di tempat tertentu.

Radius terasa adalah jarak maksimum dari episentrum gempa bumi di mana guncangan tanah dapat dirasakan oleh manusia. Hal ini terutama bergantung pada magnitudo, kedalaman, dan geologi lokal. Gempa bumi dangkal M6,0 mungkin dirasakan 300-500 km jauhnya, sementara gempa bumi dalam M6,0 mungkin dirasakan di area yang lebih luas tetapi kurang intens.

Energi gempa bumi sering dinyatakan dalam ekuivalen TNT untuk perbandingan yang intuitif. Gempa bumi M5,0 melepaskan energi setara dengan sekitar 32.000 ton TNT (senjata nuklir kecil), sementara M9,0 melepaskan 32 miliar ton TNT — sekitar 1.000 kali lebih banyak dari senjata nuklir terbesar yang pernah diledakkan.

Pembentukan tsunami memerlukan tiga kondisi: gempa bumi harus besar (biasanya M7,0+), dangkal (kedalaman kurang dari 100 km), dan terjadi di bawah atau dekat dasar laut dengan perpindahan vertikal yang signifikan. Sesar geser jarang menghasilkan tsunami karena bergerak secara horizontal, bukan vertikal.

Episenter

1,1212, 126,1194