Langsung ke konten utama
5,1

25 km W of Padangsidempuan, Indonesia

Sep. 4, 2026, 4:24 PM UTC · 4 hari, 2 jam lalu
Moderate

Gempa bumi magnitudo 5,1 terjadi di dekat 25 km W of Padangsidempuan, Indonesia pada September 4, 2026 pukul 4:24 PM UTC. Kejadian ini terjadi pada kedalaman 121,712 km. Ini diklasifikasikan sebagai gempa bumi Moderate pada skala magnitudo Richter. Kedalaman hiposentrum dikategorikan sebagai Intermediate (70-300 km). Guncangan dari kejadian ini mungkin dirasakan dalam radius estimasi 31 km dari episentrum.

Kedalaman
121,712 km
Intermediate (70-300 km)
Energi
673.6 tons of TNT
joule yang dilepaskan
Radius Terasa
31,25155870585337 km
Risiko Tsunami
Tidak ada

Skala Magnitudo

0 2 4 6 8 10 M5,1

Pengukur Kedalaman

Dangkal (0–70 km) Menengah (70–300 km) Dalam (300–700 km) 0 70 300 700 121,712 km

Penilaian Dampak

Gempa bumi ini dianggap sebagai peristiwa seismik yang penting berdasarkan magnitudo dan efek yang diamati.

🔍

Gempa bumi ini telah ditinjau dan dikonfirmasi oleh seismolog USGS.

Gempa Bumi di Sekitar

Mag. Tempat Waktu
6,9 7 km NNW of Pematangsiantar, Indonesia 3 minggu, 3 hari lalu

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Yes. A magnitude 5.1 (Moderate) earthquake was recorded near 25 km W of Padangsidempuan, Indonesia on September 04, 2026 at a depth of 121.7 km (intermediate (70-300 km)).

The earthquake had a magnitude of 5.1, classified as "Moderate" on the magnitude scale. It released energy equivalent to approximately 673.6 tons of TNT.

The earthquake occurred at a depth of 121.7 km, which is considered intermediate (70-300 km). Deeper earthquakes are generally felt over wider areas but with less intensity.

The tsunami risk for this earthquake was assessed as none. Tsunami generation typically requires a magnitude 7.0+ shallow earthquake beneath or near the ocean floor.

Singapore has a seismic risk level of "Low". This earthquake occurred within Singapore's territory and is part of the country's ongoing seismic activity record.

Kedalaman gempa bumi (juga disebut kedalaman fokus atau kedalaman hiposentral) adalah jarak vertikal dari permukaan Bumi ke tempat patahan gempa bumi dimulai. Gempa bumi dangkal (0-70 km) cenderung menyebabkan lebih banyak kerusakan permukaan, menengah (70-300 km) dirasakan di area yang lebih luas, dan gempa bumi dalam (300-700 km) jarang menyebabkan kerusakan signifikan di permukaan.

Skala Intensitas Mercalli yang Dimodifikasi (MMI) mengukur efek gempa bumi di lokasi tertentu, mulai dari I (tidak terasa) hingga XII (kehancuran total). Berbeda dengan magnitudo yang mengukur energi yang dilepaskan di sumber, MMI menggambarkan seberapa kuat guncangan dirasakan dan kerusakan apa yang terjadi di tempat tertentu.

Radius terasa adalah jarak maksimum dari episentrum gempa bumi di mana guncangan tanah dapat dirasakan oleh manusia. Hal ini terutama bergantung pada magnitudo, kedalaman, dan geologi lokal. Gempa bumi dangkal M6,0 mungkin dirasakan 300-500 km jauhnya, sementara gempa bumi dalam M6,0 mungkin dirasakan di area yang lebih luas tetapi kurang intens.

Energi gempa bumi sering dinyatakan dalam ekuivalen TNT untuk perbandingan yang intuitif. Gempa bumi M5,0 melepaskan energi setara dengan sekitar 32.000 ton TNT (senjata nuklir kecil), sementara M9,0 melepaskan 32 miliar ton TNT — sekitar 1.000 kali lebih banyak dari senjata nuklir terbesar yang pernah diledakkan.

Pembentukan tsunami memerlukan tiga kondisi: gempa bumi harus besar (biasanya M7,0+), dangkal (kedalaman kurang dari 100 km), dan terjadi di bawah atau dekat dasar laut dengan perpindahan vertikal yang signifikan. Sesar geser jarang menghasilkan tsunami karena bergerak secara horizontal, bukan vertikal.

Episenter

1,3758, 99,0453