Langsung ke konten utama
6,2

62 km SE of Sinabang, Indonesia

Maret 3, 2026, 4:56 AM UTC · 3 bulan lalu
Strong

Gempa bumi magnitudo 6,2 terjadi di dekat 62 km SE of Sinabang, Indonesia pada Maret 3, 2026 pukul 4:56 AM UTC. Kejadian ini terjadi pada kedalaman 18,0 km. Ini diklasifikasikan sebagai gempa bumi Strong pada skala magnitudo Richter. Kedalaman hiposentrum dikategorikan sebagai Shallow (< 70 km). Guncangan dari kejadian ini mungkin dirasakan dalam radius estimasi 241 km dari episentrum.

Kedalaman
18,0 km
Shallow (< 70 km)
Energi
2.0 atomic bombs
joule yang dilepaskan
Radius Terasa
241,14109742491988 km
Risiko Tsunami
Rendah

Skala Magnitudo

0 2 4 6 8 10 M6,2

Pengukur Kedalaman

Dangkal (0–70 km) Menengah (70–300 km) Dalam (300–700 km) 0 70 300 700 18,0 km

Intensitas

('VI', 'Felt by all; many frightened; slight damage to buildings.')

Penilaian Dampak

👥

1 orang melaporkan merasakan gempa bumi ini melalui sistem "Apakah Anda Merasakannya?" USGS.

Level peringatan PAGER USGS: Green. Ini memperkirakan dampak keseluruhan berdasarkan paparan populasi dan intensitas guncangan.

Gempa bumi ini dianggap sebagai peristiwa seismik yang penting berdasarkan magnitudo dan efek yang diamati.

🔍

Gempa bumi ini telah ditinjau dan dikonfirmasi oleh seismolog USGS.

Gempa Bumi di Sekitar

Mag. Tempat Waktu
4,9 39 km SW of Sinabang, Indonesia 2 bulan, 2 minggu lalu
5,2 52 km SSE of Sinabang, Indonesia 2 bulan, 3 minggu lalu

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Yes. A magnitude 6.2 (Strong) earthquake was recorded near 62 km SE of Sinabang, Indonesia on March 03, 2026 at a depth of 18.0 km (shallow (< 70 km)).

The earthquake had a magnitude of 6.2, classified as "Strong" on the magnitude scale. It released energy equivalent to approximately 2.0 atomic bombs.

The earthquake occurred at a depth of 18.0 km, which is considered shallow (< 70 km). Shallow earthquakes typically cause stronger shaking near the epicenter.

The tsunami risk for this earthquake was assessed as low. Tsunami generation typically requires a magnitude 7.0+ shallow earthquake beneath or near the ocean floor.

Singapore has a seismic risk level of "Low". This earthquake occurred within Singapore's territory and is part of the country's ongoing seismic activity record.

Kedalaman gempa bumi (juga disebut kedalaman fokus atau kedalaman hiposentral) adalah jarak vertikal dari permukaan Bumi ke tempat patahan gempa bumi dimulai. Gempa bumi dangkal (0-70 km) cenderung menyebabkan lebih banyak kerusakan permukaan, menengah (70-300 km) dirasakan di area yang lebih luas, dan gempa bumi dalam (300-700 km) jarang menyebabkan kerusakan signifikan di permukaan.

Skala Intensitas Mercalli yang Dimodifikasi (MMI) mengukur efek gempa bumi di lokasi tertentu, mulai dari I (tidak terasa) hingga XII (kehancuran total). Berbeda dengan magnitudo yang mengukur energi yang dilepaskan di sumber, MMI menggambarkan seberapa kuat guncangan dirasakan dan kerusakan apa yang terjadi di tempat tertentu.

Radius terasa adalah jarak maksimum dari episentrum gempa bumi di mana guncangan tanah dapat dirasakan oleh manusia. Hal ini terutama bergantung pada magnitudo, kedalaman, dan geologi lokal. Gempa bumi dangkal M6,0 mungkin dirasakan 300-500 km jauhnya, sementara gempa bumi dalam M6,0 mungkin dirasakan di area yang lebih luas tetapi kurang intens.

Energi gempa bumi sering dinyatakan dalam ekuivalen TNT untuk perbandingan yang intuitif. Gempa bumi M5,0 melepaskan energi setara dengan sekitar 32.000 ton TNT (senjata nuklir kecil), sementara M9,0 melepaskan 32 miliar ton TNT — sekitar 1.000 kali lebih banyak dari senjata nuklir terbesar yang pernah diledakkan.

Pembentukan tsunami memerlukan tiga kondisi: gempa bumi harus besar (biasanya M7,0+), dangkal (kedalaman kurang dari 100 km), dan terjadi di bawah atau dekat dasar laut dengan perpindahan vertikal yang signifikan. Sesar geser jarang menghasilkan tsunami karena bergerak secara horizontal, bukan vertikal.

Episenter

2,042, 96,7387