Skala Magnitudo Momen
Definisi
Standar modern untuk mengukur besarnya gempa bumi (Mw), berdasarkan momen seismik — hasil perkalian luas sesar, pergeseran rata-rata, dan kekakuan batuan. Akurat untuk semua ukuran gempa.
Contoh
Gempa Tohoku 2011 memiliki Mw 9,1, gempa terbesar keempat yang pernah tercatat.
Istilah Terkait
Panduan Terkait
Bagaimana Gempa Bumi Diukur: Magnitudo vs Intensitas
Understand the critical difference between earthquake magnitude (energy released) and intensity (shaking felt), and why both measurements matter.
Skala Richter Dijelaskan: Sejarah, Formula, dan Keterbatasan
Discover the history of the Richter scale, how Charles Richter created it in 1935, and why scientists now prefer the moment magnitude scale.
Memahami Skala Magnitudo Momen
The moment magnitude scale (Mw) is the modern gold standard for measuring earthquakes. Learn how it works and why it replaced the Richter scale.
Gelombang Permukaan: Gelombang Love dan Rayleigh Dijelaskan
Surface waves cause the most earthquake damage. Understand how Love waves and Rayleigh waves move and why they're so destructive.
Energi Gempa Bumi: TNT, Bom Atom, dan Seterusnya
A magnitude 9 earthquake releases energy equal to 25,000 nuclear bombs. Explore the staggering energy scale of earthquakes with real comparisons.
Gempa Bumi dan Tsunami Tohoku 2011: Analisis Lengkap
The 2011 M9.1 Tohoku earthquake triggered a devastating tsunami and nuclear disaster. A comprehensive analysis of one of history's worst earthquakes.
Tsunami Samudra Hindia 2004: Ombak Paling Mematikan
The 2004 M9.1 Sumatra earthquake generated a tsunami that killed 230,000 people across 14 countries. The disaster that changed warning systems.
Gempa Bumi Cile Besar 1960: Gempa Terbesar yang Pernah Dicatat
At M9.5, the 1960 Chile earthquake remains the most powerful ever recorded. Its tsunami crossed the Pacific Ocean and reached Japan.
Gempa Bumi Cile 2010: Pelajaran Megathrust
The 2010 M8.8 Chile earthquake showed how strong building codes save lives. Lessons from one of the largest earthquakes ever recorded.
Apakah Benar Gempa Bumi Menjadi Lebih Kuat?
Earthquakes are not getting stronger. Learn why it might seem that way and what the historical record reveals about earthquake magnitude trends.
Alat Terkait
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Episentrum adalah titik di permukaan Bumi yang tepat di atas hiposentrum (fokus) tempat patahan gempa bumi dimulai. Biasanya dilaporkan sebagai koordinat lintang dan bujur. Guncangan terkuat biasanya terjadi di dekat episentrum, meskipun kondisi tanah lokal dan geometri sesar dapat menggeser zona kerusakan maksimum.
Seismograf (atau seismometer) adalah instrumen yang mendeteksi dan merekam gerakan tanah yang disebabkan oleh gelombang seismik. Seismometer pita lebar modern dapat mendeteksi gerakan yang lebih kecil dari lebar atom. Jaringan seismograf di seluruh dunia memungkinkan para ilmuwan menemukan lokasi gempa bumi dan menentukan magnitudonya dalam hitungan menit.
Gelombang P (gelombang primer) adalah gelombang kompresi yang bergerak paling cepat melalui batuan, tiba pertama di stasiun seismik. Gelombang S (gelombang sekunder) adalah gelombang geser yang tiba lebih lambat tetapi menyebabkan lebih banyak guncangan tanah. Gelombang P bergerak melalui padatan, cairan, dan gas; gelombang S hanya bergerak melalui padatan. Perbedaan waktu antara keduanya membantu menentukan jarak gempa bumi.
Hiposentrum (atau fokus) adalah titik di dalam Bumi tempat patahan gempa bumi dimulai. Titik ini dideskripsikan berdasarkan koordinat lintang, bujur, dan kedalaman. Titik di permukaan tepat di atas hiposentrum disebut episentrum. Sebagian besar gempa bumi berasal dari kedalaman kurang dari 100 km, meskipun beberapa terjadi sedalam 700 km di zona subduksi.
Seismologi adalah studi ilmiah tentang gempa bumi dan perambatan gelombang seismik melalui Bumi. Bidang ini mencakup lokasi dan karakterisasi gempa bumi, pemetaan struktur interior Bumi, pengembangan standar bangunan tahan gempa, dan penelitian prediksi gempa. Gelombang seismik juga digunakan dalam eksplorasi minyak dan gas untuk memetakan formasi bawah permukaan.