Langsung ke konten utama
Penelitian & Teori Kepentingan: 3/5

Hukum Omori

Definisi

Hukum empiris yang menjelaskan laju penurunan frekuensi gempa susulan dari waktu ke waktu: laju gempa susulan menurun kira-kira sebanding dengan kebalikan waktu sejak gempa utama.

Contoh

Menurut Hukum Omori, jika ada 100 gempa susulan pada hari ke-1, perkirakan sekitar 10 pada hari ke-10.

Panduan Terkait

Gempa Susulan Dijelaskan: Mengapa Gempa Bumi Datang dalam Kelompok

Aftershocks can continue for months or years after a major earthquake. Learn what causes them, how they're predicted, and when they'll stop.

Dasar-Dasar Gempa Bumi

Gempa Bumi dan Tsunami Tohoku 2011: Analisis Lengkap

The 2011 M9.1 Tohoku earthquake triggered a devastating tsunami and nuclear disaster. A comprehensive analysis of one of history's worst earthquakes.

Peristiwa Historis

Bisakah Gempa Kecil Mencegah Gempa Besar?

Small earthquakes do not release enough energy to prevent large ones. Learn the math behind why this popular belief is wrong.

Mitos & Fakta

Bisakah Kita Memprediksi Gempa Bumi dengan Aplikasi?

No app can predict earthquakes. Learn the difference between prediction and early warning, and which apps actually provide useful alerts.

Mitos & Fakta

Fase Bulan dan Gempa Bumi: Apakah Ada Koneksi?

Tidal forces from the moon have a tiny effect on earthquake triggering. Learn what research shows about lunar influence on seismicity.

Mitos & Fakta

Setelah Gempa Bumi: 72 Jam Pertama Anda

The first 72 hours after an earthquake are critical. Learn the step-by-step actions for safety, communication, shelter, and recovery.

Kesiapsiagaan Darurat

Sesar Transform: Ketika Lempeng Meluncur Satu Sama Lain

Transform faults like the San Andreas produce major earthquakes. Learn how horizontal plate motion creates destructive seismicity.

Ilmu Seismik

Bisakah Kita Memprediksi Gempa Bumi? Sains vs Mitos

Despite decades of research, reliable earthquake prediction remains impossible. Learn why forecasting probabilities is the best we can do.

Ilmu Seismik

Cara Menggunakan Peta Gempa Bumi USGS

The USGS earthquake map shows every detected earthquake in near-real time. Learn how to read it, filter data, and understand earthquake feeds.

Alat & Teknologi

Menafsirkan Data Gempa Bumi: Panduan Pemula

Learn to interpret earthquake data including magnitude, depth, intensity, and location. A practical guide to reading earthquake reports.

Alat & Teknologi

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Episentrum adalah titik di permukaan Bumi yang tepat di atas hiposentrum (fokus) tempat patahan gempa bumi dimulai. Biasanya dilaporkan sebagai koordinat lintang dan bujur. Guncangan terkuat biasanya terjadi di dekat episentrum, meskipun kondisi tanah lokal dan geometri sesar dapat menggeser zona kerusakan maksimum.

Seismograf (atau seismometer) adalah instrumen yang mendeteksi dan merekam gerakan tanah yang disebabkan oleh gelombang seismik. Seismometer pita lebar modern dapat mendeteksi gerakan yang lebih kecil dari lebar atom. Jaringan seismograf di seluruh dunia memungkinkan para ilmuwan menemukan lokasi gempa bumi dan menentukan magnitudonya dalam hitungan menit.

Gelombang P (gelombang primer) adalah gelombang kompresi yang bergerak paling cepat melalui batuan, tiba pertama di stasiun seismik. Gelombang S (gelombang sekunder) adalah gelombang geser yang tiba lebih lambat tetapi menyebabkan lebih banyak guncangan tanah. Gelombang P bergerak melalui padatan, cairan, dan gas; gelombang S hanya bergerak melalui padatan. Perbedaan waktu antara keduanya membantu menentukan jarak gempa bumi.

Hiposentrum (atau fokus) adalah titik di dalam Bumi tempat patahan gempa bumi dimulai. Titik ini dideskripsikan berdasarkan koordinat lintang, bujur, dan kedalaman. Titik di permukaan tepat di atas hiposentrum disebut episentrum. Sebagian besar gempa bumi berasal dari kedalaman kurang dari 100 km, meskipun beberapa terjadi sedalam 700 km di zona subduksi.

Seismologi adalah studi ilmiah tentang gempa bumi dan perambatan gelombang seismik melalui Bumi. Bidang ini mencakup lokasi dan karakterisasi gempa bumi, pemetaan struktur interior Bumi, pengembangan standar bangunan tahan gempa, dan penelitian prediksi gempa. Gelombang seismik juga digunakan dalam eksplorasi minyak dan gas untuk memetakan formasi bawah permukaan.