Langsung ke konten utama
Bahaya Gempa Bumi Kepentingan: 3/5

Bahaya Sekunder Gempa Bumi

Definisi

Bahaya yang dipicu oleh guncangan gempa bumi dan bukan guncangan itu sendiri — termasuk tsunami, tanah longsor, likuefaksi, kebakaran, kegagalan bendungan, dan pelepasan bahan kimia. Sering menyebabkan kerusakan lebih besar daripada guncangan.

Contoh

Kebakaran setelah gempa San Francisco 1906 menghancurkan lebih banyak bangunan daripada guncangan itu sendiri.

Panduan Terkait

Apa Itu Gempa Bumi? Pengantar Lengkap

Learn what causes earthquakes, how they occur along fault lines, and why some regions experience more seismic activity than others.

Dasar-Dasar Gempa Bumi

Keselamatan Bendungan dan Risiko Seismik

Dam failures during earthquakes can cause catastrophic flooding. Learn how dams are designed and evaluated for seismic safety.

Bangunan & Rekayasa

Gempa Bumi dan Tsunami Tohoku 2011: Analisis Lengkap

The 2011 M9.1 Tohoku earthquake triggered a devastating tsunami and nuclear disaster. A comprehensive analysis of one of history's worst earthquakes.

Peristiwa Historis

Gempa Bumi Haiti 2010: Bencana dan Respons

The 2010 M7.0 Haiti earthquake killed over 200,000 people. Learn why the devastation was so extreme and the lessons for earthquake preparedness.

Peristiwa Historis

Gempa Bumi San Francisco 1906: Lahirnya Seismologi Modern

The 1906 M7.9 San Francisco earthquake and fire reshaped a city and launched modern earthquake science. The quake that changed everything.

Peristiwa Historis

Gempa Bumi Shaanxi 1556: Gempa Paling Mematikan dalam Sejarah

The 1556 Shaanxi earthquake killed approximately 830,000 people, making it the deadliest earthquake in recorded human history.

Peristiwa Historis

Gempa Bumi Lisbon 1755: Ketika Filsafat Berubah

The 1755 Lisbon earthquake, tsunami, and fire destroyed one of Europe's greatest cities and sparked the Enlightenment debate on natural evil.

Peristiwa Historis

Gempa Bumi Besar Kanto 1923: Kehancuran Tokyo

The 1923 M7.9 Kanto earthquake destroyed Tokyo and Yokohama, killing over 140,000. The firestorms were deadlier than the shaking itself.

Peristiwa Historis

Berdiri di Pintu: Mengapa Saran Ini Ketinggalan Zaman

Standing in a doorway during an earthquake is outdated advice that can be dangerous. Learn why Drop, Cover, Hold On is safer.

Mitos & Fakta

Tahan Gempa Rumah Anda: Panduan Ruang demi Ruang

Protect your home from earthquake damage with this room-by-room guide to securing furniture, appliances, and structural weak points.

Kesiapsiagaan Darurat

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Episentrum adalah titik di permukaan Bumi yang tepat di atas hiposentrum (fokus) tempat patahan gempa bumi dimulai. Biasanya dilaporkan sebagai koordinat lintang dan bujur. Guncangan terkuat biasanya terjadi di dekat episentrum, meskipun kondisi tanah lokal dan geometri sesar dapat menggeser zona kerusakan maksimum.

Seismograf (atau seismometer) adalah instrumen yang mendeteksi dan merekam gerakan tanah yang disebabkan oleh gelombang seismik. Seismometer pita lebar modern dapat mendeteksi gerakan yang lebih kecil dari lebar atom. Jaringan seismograf di seluruh dunia memungkinkan para ilmuwan menemukan lokasi gempa bumi dan menentukan magnitudonya dalam hitungan menit.

Gelombang P (gelombang primer) adalah gelombang kompresi yang bergerak paling cepat melalui batuan, tiba pertama di stasiun seismik. Gelombang S (gelombang sekunder) adalah gelombang geser yang tiba lebih lambat tetapi menyebabkan lebih banyak guncangan tanah. Gelombang P bergerak melalui padatan, cairan, dan gas; gelombang S hanya bergerak melalui padatan. Perbedaan waktu antara keduanya membantu menentukan jarak gempa bumi.

Hiposentrum (atau fokus) adalah titik di dalam Bumi tempat patahan gempa bumi dimulai. Titik ini dideskripsikan berdasarkan koordinat lintang, bujur, dan kedalaman. Titik di permukaan tepat di atas hiposentrum disebut episentrum. Sebagian besar gempa bumi berasal dari kedalaman kurang dari 100 km, meskipun beberapa terjadi sedalam 700 km di zona subduksi.

Seismologi adalah studi ilmiah tentang gempa bumi dan perambatan gelombang seismik melalui Bumi. Bidang ini mencakup lokasi dan karakterisasi gempa bumi, pemetaan struktur interior Bumi, pengembangan standar bangunan tahan gempa, dan penelitian prediksi gempa. Gelombang seismik juga digunakan dalam eksplorasi minyak dan gas untuk memetakan formasi bawah permukaan.