Lempeng Tektonik
Definisi
Segmen besar litosfer bumi yang bergerak, mengapung, dan terkadang retak. Terdapat 7 lempeng utama dan sekitar 8 lempeng minor, dan interaksinya menyebabkan sebagian besar gempa bumi.
Contoh
Lempeng Pasifik adalah lempeng tektonik terbesar, mencakup 103 juta km².
Istilah Terkait
Panduan Terkait
Apa Itu Gempa Bumi? Pengantar Lengkap
Learn what causes earthquakes, how they occur along fault lines, and why some regions experience more seismic activity than others.
Apakah Beberapa Negara Kebal terhadap Gempa Bumi?
No country is completely immune to earthquakes. Learn why even stable continental regions can experience unexpected seismic events.
Tektonik Lempeng: Mesin di Balik Gempa Bumi
How tectonic plates move, collide, and generate earthquakes — the fundamental theory explaining Earth's seismic activity.
Zona Subduksi: Pabrik Gempa Bumi Paling Kuat di Dunia
Subduction zones produce the world's largest earthquakes including the M9.5 Chile 1960 event. Learn how they work and where they exist.
Cincin Api: Mengapa Tepi Pasifik Bergetar
90% of earthquakes occur around the Ring of Fire. Explore this 40,000 km horseshoe of volcanic and seismic activity.
Konveksi Mantel: Mesin Panas yang Mendorong Pergerakan Lempeng
Earth's mantle circulates like a slow-motion boiler, driving tectonic plates. Learn how heat from the core powers earthquakes.
Litosfer dan Astenosfer: Lapisan Bumi yang Bergerak
The rigid lithosphere rides atop the flowing asthenosphere. Understand these layers and how they enable plate tectonics.
GPS dan Gempa Bumi: Mengukur Deformasi Tanah
GPS stations track millimeter-scale crustal movements revealing how strain builds on faults between earthquakes.
Bagaimana Stasiun GPS Melacak Pergerakan Lempeng Tektonik
GPS stations measure plate movements of millimeters per year. Learn how this technology reveals fault strain and earthquake hazard.
Studi Kasus Terkait
Gempa Bumi Besar Alaska 1964: Gempa Terbesar Kedua yang Pernah Dicatat (M9.2)
The second-largest earthquake ever recorded and the event whose geological investigation by George Plafker provided critical field evidence for the then-controversial theory of plate tectonics.
Gempa Bumi Ekuador-Kolombia 1906: Megathrust M8.8 yang Mendefinisikan Bahaya Andes Utara
The earthquake that established the segmented rupture model for subduction zones, as its 500 km rupture was partially re-ruptured in three subsequent earthquakes -- a textbook case of megathrust supercycles.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Episentrum adalah titik di permukaan Bumi yang tepat di atas hiposentrum (fokus) tempat patahan gempa bumi dimulai. Biasanya dilaporkan sebagai koordinat lintang dan bujur. Guncangan terkuat biasanya terjadi di dekat episentrum, meskipun kondisi tanah lokal dan geometri sesar dapat menggeser zona kerusakan maksimum.
Seismograf (atau seismometer) adalah instrumen yang mendeteksi dan merekam gerakan tanah yang disebabkan oleh gelombang seismik. Seismometer pita lebar modern dapat mendeteksi gerakan yang lebih kecil dari lebar atom. Jaringan seismograf di seluruh dunia memungkinkan para ilmuwan menemukan lokasi gempa bumi dan menentukan magnitudonya dalam hitungan menit.
Gelombang P (gelombang primer) adalah gelombang kompresi yang bergerak paling cepat melalui batuan, tiba pertama di stasiun seismik. Gelombang S (gelombang sekunder) adalah gelombang geser yang tiba lebih lambat tetapi menyebabkan lebih banyak guncangan tanah. Gelombang P bergerak melalui padatan, cairan, dan gas; gelombang S hanya bergerak melalui padatan. Perbedaan waktu antara keduanya membantu menentukan jarak gempa bumi.
Hiposentrum (atau fokus) adalah titik di dalam Bumi tempat patahan gempa bumi dimulai. Titik ini dideskripsikan berdasarkan koordinat lintang, bujur, dan kedalaman. Titik di permukaan tepat di atas hiposentrum disebut episentrum. Sebagian besar gempa bumi berasal dari kedalaman kurang dari 100 km, meskipun beberapa terjadi sedalam 700 km di zona subduksi.
Seismologi adalah studi ilmiah tentang gempa bumi dan perambatan gelombang seismik melalui Bumi. Bidang ini mencakup lokasi dan karakterisasi gempa bumi, pemetaan struktur interior Bumi, pengembangan standar bangunan tahan gempa, dan penelitian prediksi gempa. Gelombang seismik juga digunakan dalam eksplorasi minyak dan gas untuk memetakan formasi bawah permukaan.